Pembangunan SDM, dan Kebangkitan Gen Wirausaha

wisarauhaArus utama pembangunan SDM di negeri ini kiblatnya jelas, yaitu alinea kedua pembukaan UUD 1945,yakni membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Mencerdaskan kehidupan bangsa hakekatnya adalah pembebasan jiwa manusia ( human spirit) agar mampu mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan guna peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan. Harapannya, adalah terjadi ledakan dan lompatan kreatifitas dan inovasi yang luar biasa di bidang sains dan teknologi. Kita percaya bahwa selama ini otak-otak orang Barat memang selalu unggul di kedua bidang tersebut. Tapi fakta lain juga mendiskripsikan bahwa Asia kini telah melahirkan banyak sekali riset-riset sains dan teknologi yang muncul di India dan China.

Berkaca dari sini, maka pembangunan SDM di negeri ini harus bisa melahirkan tiga kekuatan inti yakni tenaga profesi yang berkeahlian sesuai standar kompetensi yang memenuhi persyaratan global, melahirkan gen wirausaha Indonesia sebagai penggerak ekonomi, dan menciptakan berbagai karya besar di bidang sains dan Teknologi.

Ketiganya penting ketika Indonesia telah mengambil keputusan politik untuk menjadi negara industri maju baru pada tahun 2035. Untuk keperluan subyektif Indonesia, menjadikan tahun 2030 memiliki posisi istimewa dalam sejarah kependudukan Indonesia, dimana pada tahun tersebut Indonesia berada pada tengah-tengah periode ‘Bonus Demografi’ yang berlangsung sejak tahun 2010-2040. Pakar demografi Prof Sri Murtiningsih Adiutomo mengatakan bahwa bonus demografi adalah merupakan window of opportunity yang tak akan berulang kembali di masa depan. dimana tingkat ‘beban ketergantungan’ di Indonesia akan berada pada posisi yang terendah. Sesudah tahun 2040 hal itu akan mulai berakhir dengan segala konsekuensinya saat itu terhadap upaya pembangunan Indonesia dalam segala dimensinya, baik di bidang ekonomi, sosial, bahkan politik .

Sebab itu, transformasi pendidikan dan pelatihan menuju ke transformasi ekonomi harus berjalan seiring dan harus dihindari terjadi gap yang lebar antara sistem pendidikan dan sistem ekonomi maupun industri akibat link and match tidak ditangani dengan baik. Link and match harus didesain, artinya tidak serta merta terjadi begitu saja mengikuti hukum pasar. Kembali lagi bahwa dengan demikian perancangannya harus baik dan lebih terukur sasaran dan targetnya.

Peran pemerintah jelas yaitu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya wirausaha baru dan tempat bakat-bakat baru muncul dan berkembang. Pada kesempatan yang makin terbuka, pemerintah juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi kehidupan mereka yang lebih baik, dan memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menjadi tenaga-tenaga penggerak dalam proses pembangunan peradaban maju di negeri ini.

Kita berkebutuhan untuk dapat disebut sebagai negara berkemajuan strategis karena memilki kemampuan SDM yang menguasai kompetensi pada tiga bidang tersebut di atas. Saatnya Indonesia tidak lagi terus bergantung pada kekuatan eksternal karena telah memiliki kekuatannya sendiri yaitu SDM yang berkualitas untuk berkontribusi terhadap progam transformasi ekonomi. Tidak ada salahnya jika pemerintah pun dapat memberikan perlindungan kepada mereka, misal dengan membatasi kepemilikan saham asing dalam perusahaan-perusahaan baru yang mereka inisiasi sebagai startup industri maupun sebagai startup company.

Pengembangan SDM dirancang dalam spektrum untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi masyarakat pembelajar. terbuka dengan semua teori atau praktek terbaik yang bermanfaat bagi upaya pencapaian tujuan pembangunan SDM di negeri ini tanpa harus meninggalkan iman dan taqwa nya kepada Tuhan Yang ESA. Hal ini penting karena pembangunan SDM selalu bersinggungan dengan persoalan national and character building, dan selalu berkaitan dengan membangun kekayaan spiritual dan kekayaan intelektual. Perpaduan keduanya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembentukan kekayaan material.

Para pemilik gen wirausaha Indonesia perlu diberikan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah, lembaga pembiayaan dan lembaga R&D yang kredibel di dalam negeri untuk memanfaatkan teknologi industri hasil pengembangan, perbaikan, invensi, dan/atau inovasi dalam bentuk teknologi proses dan teknologi produk, termasuk rancang bangun dan perekayasaan, metode dan/atau sistem yang memiliki nilai kebaruan untuk diterapkan dalam kegiatan industri dan bisnis yang mereka tekuni.

Kebangkitan gen wirausaha Indonesia adalah keniscayaan,dimana dalam sejarah tercatat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa saudagar. Kewiraswastaan merupakan elemen pokok inovasi dan merupakan motor penggerak industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebab itu, dalam teori ekonomi, Kewiraswastaan dianggap merupakan faktor produksi tersendiri yang sama kedudukannya dengan faktor-faktor produksi lainnya. Langkanya wiraswasta di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, antara lain menjadi penyebab tingginya konsentrasi pasar dan mencengnya distribusi pendapatan serta pemilikan di negara-negara itu.

Walaupun kita mengatakan akan pentingnya peranan wiraswasta, teori ekonomi tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya untuk menumbuhkan faktor produksi yang sangat langka tersebut. Menurut ahli ilmu-ilmu sosial, jumlah wiraswasta hanya dapat bertambah jika ada : 1) potensi pendududuk yang berbakat dan memilki kemampuan menjadi wiraswasta. Karena itu, audisi tiap tahun menjadi penting. 2) rangsangan untuk melakukan inovasi. 3) iklim yang memungkinkan untuk merealisasikan potensi Kewiraswastaan yang ada tersebut melalui kreasi dan inovasi. Dengan demikian, kebangkitan gen wirausaha Indonesia harus menjadi progam andalan kementerian perindustrian karena merupakan elemen pokok inovasi dan motor penggerak industrialisasi.

Waktu terus berjalan, Indonesia terus berbenah diri untuk menjadi bangsa unggul di dunia. Pembangunan SDM menjadi kunci untuk mendukung kebijakan transformasi ekonomi. Kita berada di tengah transformasi yang luar biasa di dunia industri. Hendry Satriago menyebutnya ada tiga hal yang mempengaruhi future of work, yakni : industrial internet, advance manufacturing,dan global brain. Transformasi SDM dan transformasi ekonomi berada dalam rumah masa depan tersebut. Hadirnya gen wirausaha Indonesia akan menentukan kecepatan perubahan yang diharapkan di tiga area itu yakni berkembang dan tumbuhnya industrial internet, advance manufacturing,dan global brain. Dalam dunia yang kian mengglobal, persaingan antar negara sama dengan persaingan talent. Negara dengan talent yang berkualitas tinggi akan lebih punya peluang untuk menang. Dengan demikian bonus demografi itu tidak akan banyak gunanya jika kualitasnya rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five + 1 =