Melihat Peluang Bisnis di Tengah Wabah Corona

Meluasnya wabah virus corona di Indonesia telah berdampak ke berbagai sek tor termasuk ekonomi dan bisnis. Pemerintah mulai menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan isolasi diri di dalam rumah guna mengurangi penyebaran virus. Oleh karena itu, beberapa usaha pun mulai lesu, mereka kehilangan pengunjung dan pembeli terutama mereka para pebisnis retail.

Sonny Rustiadi, Ph.D, Dosen Kelompok Keahlian Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), mengatakan kalangan bisnis tentunya sangat terpengaruh dengan kondisi wabah ini tidak terkecuali bisnis besar sampai ke bisnis mikro. Pengaruh tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis dan skala industri

“Industri retail seperti swalayan, kebanjiran para panick buyer. Apakah ini positif? Belum tentu juga, karena stok barang perlu dipikirkan. Belum lagi tingkat harga yang banyak diramalkan akan meningkat, untuk restock barang tersebut,” kata Sonny.

Lalu, untuk bisnis yang terkait pekerjaan lapangan misalkan, bisnis interior dan sipil, property dan MICE (berhubungan dengan bisnis pariwisata dan pameran) tentunya juga sangat terpengaruh karena interaksi orang mulai dibatasi.

Sonny menambahkan, selain ada yang kesulitan, kondisi seperti ini juga dapat membuka kesempatan, seperti halnya yin dan yang. Misalnya bisnis seperti jasa antar barang dan jasa kirim makanan mengalami kenaikan yang signifikan sebagai akibat dari penerapan social distancing atau self isolation.

“Sebagai seorang entrepreneur harus bisa jeli melihat kesempatan dan peluang positif yang bisa memberikan solusi bagi pasar saat keadaan seperti ini. Tentunya dengan menghindari praktik bisnis kurang terpuji seperti menimbun barang kebutuhan survival seperti hand sanitizer atau masker hanya karena mengejar keuntungan sesaat.

“Ingat, bisnis intinya adalah memberikan solusi dan value bagi pasar dan menciptakan keberlanjutan dalam bentuk recurring customer atau disebut pelanggan setia,” jelas Sonny.

Entrepreneur yang baik tentunya bisa melihat peluang dalam segala situasi. Bila seorang pebisnis melihat peluang, segerakan untuk menangkapnya secepat mungkin. Masyarakat tetap akan mengeluarkan uangnya untuk barang kebutuhan, tapi mereka akan memilih mana yang menawarkan value atau benefit yang paling optimal dalam menghadapi isu wabah ini sesuai dengan skala prioritas kebutuhan mereka masing-masing.

“Kalaupun ada pebisnis yang menyadari ada suatu kesempatan, entah itu di bidang pakaian atau makanan, tentunya selalu ada jalan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Isunya adalah bagaimana masyarakat mencari barang tersebut dalam situasi wabah virus. Dengan banyak masyarakat menerapkan self isolation, secara logis penjualan via digital akan meningkat,” jelas Sonny.

Masyarakat akan beralih ke pembelanjaan digital karena membatasi datang ke tempat umum seperti mall dan pertokoan. Konsumsi dilakukan dengan perubahan perilaku belanja ke digital, baik itu melalui platform e-commerce, website atau sosial media.

“Dari segi teori marketing, yang perlu dipikirkan bisa memakai framework dasar dari Kotler yaitu marketing mix berupa product (apa yg ditawarkan), place (dimana mendapatkan), price (tingkat value for money) dan promotion (mendapatkan informasi tentang barang/jasa). Silakan berkompetisi dalam 4 hal ini, untuk bagaimana merebut pasar,” tuturnya.

Adapun sektor yang diminati dalam jangka pendek terutama terkait isu wabah ini diantaranya sektor-sektor yang terkait dengan gaya hidup sehat. Misalnya, sekarang banyak yang mencari jamu dan extract tumbuhan seperti jahe dan kunyit juga bahan pangan organik, misalnya beras merah.

Dalam jangka menengah yaitu beberapa bulan ke depan tentunya masyarakat akan dihadapkan dengan perayaan besar yaitu Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Dengan harapan wabah corona dapat mulai menurun, konsumsi lebaran paling besar ada di sektor pangan dan sandang, bahkan keduanya bisa menyebabkan tingkat inflasi meningkat.

Sementara itu dalam jangka panjang atau dalam hitungan tahun, Sonny mengatakan, isu green dan environment friendly sangat kuat di mana-mana.

Meskipun menghadapi wabah, masyarakat tetap akan mencari kebutuhan yang harus dipenuhi . Fokus utama tentunya adalah life survival. Untuk pebisnis yang sudah menjalankan usahanya, Sonny menyarankan kamu tetap menjalankan komunikasi dan observasi perilaku customer.

Para entrepreneur perlu memahami apa yang customer butuhkan saat ini dan mencoba menghubungkan kebutuhan mereka dengan produk/jasa yang diproduksi. Contoh paling terkini adalah bagaimana satu perusahaan seluler kemudian memberikan kuota gratis untuk bisa digunakan mengakses platform belajar. Kemudian, contoh lain misalnya bagaimana platform transportasi online memberikan diskon besar untuk menggunakan jasa antar makanan bagi pelanggan mereka.

“Pebisnis bisa mencontoh tindakan ini dengan mencari touch point (segala sesuatu yang bersentuhan dengan konsumen) yang memungkinkan bisnis dapat membantu pelanggan dalam menghadapi wabah ini,” ujar Sonny.

Untuk bisnis kecil, para pengusaha harus bisa mencari cara untuk mengurangi resiko saat transaksi berlangsung. “Contoh tukang sayur yang melayani kompleks rumah ibu saya, dia sekarang melayani permintaan ibu-ibu dalam membeli kebutuhan sayuran dan buah.”

“Jika sebelumnya tukang sayur ini membeli stok sayur dan buah, lalu menawarkan keliling kompleks. Sekarang dia mengurangi belanja stok dan membeli buah serta sayuran sesuai pesanan pelanggan di hari sebelumnya. Dengan cara itu, tukang sayur dapat mengurangi resiko membeli stok barang yang tidak diperlukan oleh pelanggan,” jelas Sonny lagi.

Ini dikenal dengan inovasi model bisnis. Model bisnis inovatif yang baru perlu dipikirkan sehingga pebisnis tetap dapat melayani customer. Apalagi dengan anjuran melakukan self-isolation tentunya memberikan tantangan tersendiri.

Misalnya bisnis dimana karyawan bekerja di rumah; bagaimana proses bisnis tetap berjalan, bagaimana proses produksi barang/dan jasa dapat dijaga dengan melakukan social distancing dan lain sebagainya. Kalaupun bisnis melakukan outsourcing, bagaimana pebisnis kemudian dapat tetap menjamin kualitas barang/jasa.

Sementara itu, untuk kamu yang baru akan memulai bisnis, Sonny menyarankan untuk menghitung potensi untung yang didapatkan serta modal yang dimiliki untuk memulai usaha. Saat ini sebagian besar investor menahan tindakan investasi karena melihat perkembangan ekonomi karena wabah.

Oleh karenanya, seseorang yang akan memulai bisnis harus memodali sendiri usahanya tersebut (bootstrap). Hitung dengan baik seberapa lama modal kamu akan bertahan beserta potensi keuntungan yang akan diperoleh. Bila kamu sudah yakin, silakan mulai perjalanan bisnismu.

Tips lain untuk kalian pemula adalah dengan mempertimbangkan skala bisnis. Mulailah bisnis dengan skala yang sesuai dengan modal yang dimiliki. Buang semua fat, biaya yang tidak urgent. Sehingga bisnis dimulai dengan langsing (lean start).

“Segerakan untuk mengamankan aliran kas, karena kas adalah darah bagi bisnis. Kurang kas bagi bisnis adalah seperti tubuh yang kekurangan darah, tinggal menunggu kematian,” tuturnya lagi.

Terakhir, Sonny memberikan pesan bahwa dunia tetap berputar. Peluang bisnis selalu terbuka bagi mereka yang jeli melihatnya dan gesit dalam meraihnya. Perlu nyali dan pertimbangan ekstra di tengah kondisi wabah ini, karena pasar bertindak emosional dan di luar perilaku biasa. Optimisme diperlukan seorang pebisnis, tapi bukan tanpa pertimbangan yang matang.

“Ingat, pebisnis yang baik adalah bukan penerjun yang meloncat dari sebuah pesawat tanpa persiapan dan tanpa membawa peralatan apapun, tapi mereka adalah penerjun payung yang melompat dari pesawat dengan membawa parasut dan persiapan baik sehingga mendarat dengan sukses di sasaran,” tutupnya***

Lagi Cari Modal, Begini Trik agar Bisnis Dilirik Investor

investasi

Dalam investasi tentu investor melakukan pertimbangan supaya modal yang ditanamkan di perusahaan itu bisa menguntungkan mereka. Investor juga mencari sesuatu kepada para pengusaha yang memengaruhi putusan investasi mereka.Sebagian orang menilai investor mencari perusahaan yang memiliki aspek finansial baik, namun nyatanya ada beberapa poin lain yang sebenarnya dicari oleh para investor. Tak semua investor mau membagi rahasia tentang bagaimana mereka memutuskan sebuah keputusan investasi. Perlu Anda tahu, salah satu keputusan investasi sang investor bukan hanya berdasarkan potensi dari perusahaan yang dijalankan, melainkan juga potensi dari orang-orang yang menjalankan perusahaan tersebut. Hal tersebut cukup beralasan mengingat bagus tidaknya perusahaan tergantung pada para pemilik usaha dalam mengelola usahanya. Continue reading

10 Terbaik Es Krim dan Gelato di Bandung

Es-Krim-Campina-Terus-Berkembang-hingga-Memiliki-Ratusan-Mitra-Sejak-Tahun-1972-03-Finansialku

Pecinta es krim, tentu tempat kuliner es krim yang akan di cari dimana pun dia berada. Tenang, Bandung menyediakan kuliner es krim bagi kamu.Finansialku akan mengajak kamu untuk keliling kota Bandung spesial hunting es krim yang enak dan Hits. Baca sampai selesai ya.Es KrimSalah satu makanan ringan yang paling banyak diburu adalah es krim. Kesegaran rasanya dapat seketika melegakan tenggorokan. Ya, es krim memang memiliki banyak penggemar dan menjadi salah satu kuliner yang sayang untuk dilewatkan.Dari anak kecil sampai orang dewasa, pria maupun wanita hampir semuanya menyukai es krim. Es krim menjadi salah satu makanan favorit dan sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Tidak ketinggalan di kota Bandung.

Continue reading

Ragu Memulai Bisnis? Simak Tips Ini

Ragu Memulai Bisnis? Simak Tips Ini

shutterstock-415851097-1-e1566377311622

Pelatihan Kewirausahaan – Membangun bisnis memang tidak mudah karena ada resiko rugi yang harus dihadapi. Tapi bukan berarti menjadi pengusaha sukses itu menjadi hal yang mustahil. Keraguan kerap membayangi ketika seseorang ingin terjun ke dalam dunia bisnis.

Beberapa orang ada yang memulai berbisnis dari hobi mereka. Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang mulai berbisnis karena sudah bosan mencari pekerjaan. Menjadi seorang pekerja memang lebih mudah bila dibandingkan dengan pebisnis yang memikul risiko kerugian. Namun, mencari pekerjaan tidaklah semudah yang dibayangkan. Continue reading