Bisnis Paling Cocok Dijalankan Milenial dengan Modal Rp10 Juta, 3 Bulan Balik Modal

 

bisnis-paling-cocok-dijalankan-milenial-dengan-modal-rp-10-juta-3-bulan-balik-modalBelakangan ini, bisnis minuman dibanjiri oleh produk baru yang biasa disebut minuman fusion. Misalnya saja Haus, Thai Tea, dan beragam es kopi susu kekinian lainnya. Tak disangka, produk ini nyatanya cukup mendapat respons positif dari masyarakat. Luasnya pasar minuman fusion ini membuat banyak pelaku usaha bermunculan. Salah satunya adalah Pop-Pop. Jenis minuman ini memang terbilang sangat baru, bahkan kali pertamanya mejeng di pameran International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019.Sales Pop-Pop Aldy mengatakan, minuman jenis ini baru melebarkan sayapnya dan akan membuka pasar pertama kalinya di daerah Jakarta. Dia berharap dengan kehadiran Pop-Pop akan membuka peluang usaha baru.

“Pop-Pop itu baru mau buka di pasar. Jadi peluangnya banyak. Baru mau buka di Pasar Santa untuk pertama kali,” kata dia saat ditemui di Lokasi Pameran yang berada di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (7/7).

Aldy mengatakan, selama pameran di JCC pihaknya memberikan harga promo kepada calon mitra usaha ingin memulai usaha sebesar Rp9,9 juta. Harga tersebut kontrak selama 3 tahun dan sudah termasuk booth eksklusif, free 100 porsi awal, dan delivery online sudah didaftarkan.

“Ini kan harga promo ya Rp9,9 juta kalau misal pameran selesai harga naik kembali lagi Rp18 juta. Dua kali lipat. Jadi banyak yang bayar uang muka juga. Buat penguncian harga saja,” katanya.

Aldy menuturkan jika secara hitung-hitungan profit kotor yang bisa diperoleh dari bisnis Pop-Pop per bulan yakni Rp9.000.000. Dengan asumsi jumlah porsi terjual per hari mencapai 75 gelas dengan harga per porsi sebesar Rp10.000.

Adapun net profit yang bakal diterima oleh calon mitra per bulan sebesar Rp3.250.000 dengan estimasi balik modal selama 3 bulan.

Berbeda dengan Pop-Pop, jenis minuman lain seperti Loi-Loi menawarkan harga yang sedikit jauh berbeda. Model street cafe ini menawarkan untuk stand booth-nya saja seharga Rp8,5 juta include neon box, wooden craft, board menu, banner menu atau promosi dan support item. Namun angka itu belum termasuk bahan baku.

Salah satu pengelola Loi-Loi, Boy Alkasih mengatakan, untuk bahan baku lengkap sendiri ditaksir mencapai Rp15,9 juta. “Itu cukup sekali bayar, kontrak selama 3 tahun dapat bonus 200 cup itu sudah siap jual. A sampai Z kami berikan terus gak ada biaya royalti sedikit pun,” katanya.

Boy mengatakan Loi-Loi sendiri saat ini sudah tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Makassar Surabaya, Pontianak. Dengan pangsa pasar kebanyakan adalah generasi milenial. “Paling sepi 60 cup. Rata-rata 100 sampai 150 cup,” katanya.

Boy menambahkan, dengan segmentasi para milenial minuman ini sangat cocok berpusat seperti di kampus-kampus. “Kalau saya enaknya kampus, pinggir jalan tapi masih oke. Seperti food court,” pungkasnya. [idr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ six = 11

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>