Apa itu Social Entrepreneur?

Sebelum mengenal apa itu Social Entrepreneur, perlu dipahami dahulu apa itu Social Entrepreneurship yang merupakan turunan dari entrepreneurship/kewirausahaan. Komunitas TDA, tahun 2010 pernah memperoleh Best Achievement Social Entrepreneur Community dari majalah SWA. Social Entrepreneurship jika diambil dari dua kata yaitu social dan entrepreneurship. Social lebih diartikan kepada kemasyarakatan dan pemberdayaan. Dan Entrepreneurship adalah kewirausahaan.

Beberapa sumber yang saya baca, Social Entrepreneurship itu menggabungkan inovasi, sumber daya dan kesempatan untuk mengatasi tantangan/problem sosial dan lingkungan dengan kewirausahaan. Fokus pada transformasi sistem, pemberdayaan masyarakat dan penyebab kemiskinan, marginalisasi/ketidakmerataan, kerusakan lingkungan dan kemanusiaan.

Social entrepreneurship harus dapat menciptakan keuntungan, sehingga bukanlah organisasi nirlaba, karena dari keuntungan tersebut organisasi tersebut dapat mengembangkan dan membesarkan pemberdayaan kepada masyarakat lebih besar dan luas lagi.

Tujuan utama Social Entrepreneurship adalah menciptakan sistem perubahan yang berkelanjutan (sustainable systems change), kunci pentingnya adalah inovasi, berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan adanya perubahan system social masyarakat.

Lalu apa Social Entrepreneur?

“ A social entrepreneur is someone who recognizes a social problem and uses entrepreneurial principles to organize, create, and manage a venture to make social change….rather than bringing a concept to market to address a consumer problem, social entrepreneurs attempt to bring a concept to market to address a public problem. “ (Alex Nicholls, Oxford University’s Skoll Centre).

Saat acara Dpreneur yang diselenggarakan Detikcom, Sandiaga S. Uno, menyebut bahwa Social Entrepreneur adalah orang yang dapat memberikan solusi permasalahan social di masyarakat dengan prinsip-prinsip kewirausahaan.

Dalam bahasa Indonesia, disebut juga Wirausaha Sosial. Wirausaha sosial adalah orang-orang yang melakukan perubahan. Bersama dengan lembaga-lembaga, jaringan, dan komunitas masyarakat, mereka menciptakan solusi yang efisien, berkelanjutan, transparan, dan memiliki dampak yang terukur.

Ciri-ciri pewirausaha sosial adalah mereka mau berkorban, segera bertindak jika ada permasalahan sosial di lingkungannya, memiliki sikap praktis, innovative, tekadnya kuat, berani ambil resiko, melakukan perubahan social, berbagi keberhasilan dan yang terpenting mereka mau mengevaluasi diri sendiri.

Banyak contoh di Indonesia para pewirausaha sosial ini, coba googling: Masril Koto, yang mendirikan bank khusus petani di Sumatera Barat. Dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh Masril Koto, banyak petani yang tadinya malas bertani karena banyaknya kendala seperti modal, pemasaran, saat ini mereka dapat menjadi petani yang dapat menghasilkan. Masril Koto saat ini mempunyai asset 250Milyar rupiah dengan karyawan 1500 orang.

Coba googling juga tentang : Silverius Oscar Unggul (Onte) di Kendari Sulawesi Tenggara dan Mursidah Rambe (BMT Beringharjo) di DI Yogyakarta. Kisah perjalanan dan perjuangan mereka sangat inspiratif.

Indonesia membutuhkan banyak pahlawan di bidang social entrepreneurship ini agar masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja mendapatkan solusi dengan kewirausahaan. Lalu Indonesia akan lebih sejahtera, makmur, adil merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× four = 24

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>