Walikota Depok ajak mahasiswa tanam jiwa kewirausahaan

walikota depokindonews.com – Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Sahid, Jakarta. Ia menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Universitas Sahid tahun ajaran 2013/2014 yang digelar di Auditorium Universitas Sahid dengan tema “Pembentukan Jiwa Kewirausahaan dalam Menghadapi Persaingan Global”. Ia memaparkan tentang makna kewirausahaan menurut beberapa pakar, dilanjutkan dengan ciri-ciri, sifat-sifat wirausahawan, serta perkembangan posisi Indonesia dalam Global Competitiveness Index dari tahun 2008 hingga sekarang. Saat ini, kata dia, Indonesia berada diperingkat 38 dari 148 negara.

“Di peringkat pertama ada Switzerland kemudian Singapore, dan seterusnya. Ada 12 pilar daya saing serta 114 unsur Competitiveness Index yang bisa dikembangkan sehingga Indonesia bisa terus memperbaiki peringkatnya,” tuturnya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Depok kepada wartawan, Senin (16/09/2013).

Nur Mahmudi juga mengajak mahasiswa untuk mengenali dan memahami pilar serta unsur tersebut. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan. “Mahasiswa merupakan agen perubahan yang menjadi harapan bagi bangsa, untuk memperkokoh perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Doktor Teknologi Pangan lulusan A&M Texas University ini juga mengajak mahasiswa untuk menempa jiwa kewirausahaan dari sekarang. Sehingga nantinya dapat menjadi pencipta lapangan kerja .

“Sebagai agen perubahan, kalian harus mampu menjadi bagian dari penguat ekonomi di Indonesia. Harus berani menjadi pelaku dan produsen yang siap bersaing di pasar bebas, jangan hanya terus-menerus menjadi konsumen saja. Karena bila hanya menjadi konsumen, berarti kita tidak siap untuk bersaing dengan dunia, apalagi di 2015 nanti Asean Community, yang mau tidak mau, siap, tidak siap, harus kita hadapi,” tukasnya.

Nur Mahmudi menambahkan, mahasiswa bisa mulai dari sekarang untuk menyiapkan diri dengan mengenali dan memahami negara-negara yang masuk dalam persemakmuran Asean. Sehingga nantinya mereka dapat bergaul dan bersaing dengan negara-negara tersebut.

“Bersungguh-sungguhlah dalam kuliah, agar proses penyerapan ilmu dan informasi berjalan dengan benar dan dapat menjadi bekal untuk berkompetisi, saya pun siap jadi dosen pembimbing mahasiswa,” tandasnya.

(gpr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 + eight =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>